Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan komitmennya dalam mendukung jurnalisme berkualitas dengan menghadiri Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026, yang menjadi ajang apresiasi bagi insan pewarta foto di Indonesia.
CIBINONG, Bogor | Mata Pena News – Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dalam acara Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Jumat (8/5).
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ajat turut menyerahkan penghargaan untuk kategori People in The News, sebagai bentuk apresiasi kepada pewarta foto yang telah menghasilkan karya jurnalistik berkualitas dan berdampak luas.
Selain acara penganugerahan, pameran karya foto para finalis juga digelar di Taman Siliwangi mulai 8 hingga 12 Mei 2026, yang terbuka untuk masyarakat umum sebagai sarana edukasi visual.
Menyampaikan pesan Bupati Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa Pemkab Bogor mendukung penuh kegiatan yang mendorong lahirnya karya jurnalistik berkualitas serta memperkuat ekosistem pers yang sehat dan profesional.
“Anugerah ini menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para pewarta foto yang bekerja di lapangan dengan penuh dedikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat dalam memahami pentingnya dokumentasi visual sebagai bagian dari sejarah dan pembangunan bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia, Dwi Pambudo menekankan bahwa pewarta foto memiliki peran strategis sebagai penjaga memori kolektif bangsa.
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan informasi saat ini, pewarta foto hadir untuk memastikan publik dapat melihat realitas secara utuh melalui karya jurnalistik yang jujur dan berintegritas.
PFI juga menyoroti pentingnya menjaga kebebasan pers serta memberikan perlindungan yang layak bagi para insan jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.
“Pers yang merdeka dan berkualitas menjadi fondasi demokrasi sekaligus instrumen penting untuk membangun kesadaran publik, memperkuat akuntabilitas, dan melawan arus hoaks serta manipulasi informasi,” pungkasnya.





