CIBINONG, BOGOR | Mata Pena News – Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memberikan apresiasi tinggi kepada Sekretariat DPRD (Sekwan) yang lebih dulu memulai pembahasan program dan rencana kerja (Renja) DPRD Tahun Anggaran 2027. Langkah cepat ini dinilai sebagai bentuk kesiapan dan komitmen dalam merancang kebijakan yang lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah progresif tersebut disampaikan Ajat saat menghadiri rapat kerja bersama DPRD Kabupaten Bogor di kawasan Cisarua, Selasa (14/4). Dalam forum itu, ia menilai inisiatif Sekwan yang memulai lebih awal dibanding perangkat daerah lainnya sebagai sinyal positif dalam perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, perencanaan yang dimulai lebih dini akan memberikan ruang yang lebih luas untuk menyusun program secara matang, terukur, dan tepat sasaran.
“Ini patut diapresiasi. Sekretariat DPRD sudah lebih dulu bergerak dibandingkan perangkat daerah lainnya. Artinya ada kesiapan dalam menyusun program kerja yang lebih baik ke depan,” ujar Ajat.
Ia menambahkan, penyusunan rencana kerja bukan sekadar agenda administratif, melainkan proses strategis yang menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Oleh karena itu, diperlukan keseriusan dan kolaborasi yang kuat dari semua pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Ajat juga menyoroti pentingnya harmonisasi antara DPRD dan pemerintah daerah. Ia mengibaratkan hubungan antara Sekwan dan DPRD seperti “suami-istri” yang harus berjalan selaras, seimbang, dan saling mendukung.
“Tantangan ke depan semakin kompleks. Dibutuhkan harmonisasi yang kuat antara DPRD dan eksekutif. Komunikasi harus terus dijaga agar tidak terjadi miskomunikasi dalam penyusunan program,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, H. Agus Salim, menegaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja (Renja) tidak boleh dianggap sebagai formalitas tahunan semata. Menurutnya, Renja harus menjadi momentum strategis untuk menghadirkan program-program berkualitas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Renja ini bukan sekadar rutinitas. Ini momentum penting untuk memastikan program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung fungsi DPRD secara optimal,” ujar Agus Salim.
Ia menjelaskan bahwa peran Sekretariat DPRD sangat vital dalam mendukung kinerja anggota dewan, khususnya dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Lebih lanjut, Agus menilai keberhasilan Sekwan dapat diukur dari sejauh mana dukungan yang diberikan mampu meningkatkan efektivitas kerja DPRD dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Keberhasilan Sekwan adalah bagaimana mampu mengantarkan anggota dewan menjalankan amanahnya, termasuk dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan dimulainya penyusunan program kerja lebih awal, diharapkan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah semakin solid sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Sumber: VOA Bogor





