SULUT, Bolsel | Matapenanews.co.id– Di tengah berbagai pilihan usaha yang berkembang saat ini, budidaya sarang burung walet masih menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek menjanjikan. Tingginya permintaan pasar dan nilai jual yang relatif tinggi menjadikan usaha ini banyak dilirik oleh masyarakat sebagai sumber penghasilan jangka panjang.
Berbagai penelitian dan kajian menunjukkan bahwa usaha sarang burung walet memiliki potensi ekonomi yang besar serta mampu meningkatkan pendapatan pelakunya.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat dari bisnis tersebut adalah Riswan Nasrul, warga Desa Salongo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Pebisnis yang berasal dari Suku Bugis ini menuturkan bahwa usaha sarang burung walet membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan perencanaan yang matang.
Menurutnya, hasil yang diperoleh tidak datang secara instan, namun seiring berjalannya waktu, usaha tersebut mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan.
“Awalnya saya hanya mencoba melihat peluang yang ada. Alhamdulillah, setelah melalui berbagai proses dan tantangan, usaha sarang walet yang saya jalankan mulai memberikan hasil yang cukup baik,” ujar Riswan saat ditemui di Desa Salongo pada Rabu, (03/06/2026).
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan usaha walet tidak terlepas dari pemilihan lokasi yang tepat, perawatan bangunan, serta pengelolaan yang dilakukan secara konsisten. Selain itu, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan populasi burung walet.
Menurut Riswan, saat ini usaha sarang burung walet masih memiliki prospek yang cerah karena permintaan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri, masih cukup tinggi. Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu pemasok utama sarang burung walet di pasar dunia.
Keberhasilan yang diraih Riswan kini menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar yang ingin mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap usaha memiliki tantangan dan risiko yang harus diperhitungkan, termasuk biaya investasi awal, perawatan bangunan, hingga fluktuasi harga pasar.
“Yang terpenting adalah konsisten dan terus belajar. Jangan hanya melihat hasilnya, tetapi pahami juga prosesnya,” tambah Suami Kepala SMA 1 Bolaang Uki.
Dengan pengalaman yang dimiliki, Riswan berharap usaha sarang burung walet dapat menjadi salah satu alternatif usaha produktif yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, khususnya bagi warga yang ingin mengembangkan usaha jangka panjang berbasis potensi Daerah. (***)





