SULUT, Bolsel | Matapenanews.co.id– Di tengah derasnya arus modernisasi dan kesibukan masing-masing anggota keluarga, Keluarga Besar Lawadjo tetap menunjukkan eksistensinya sebagai keluarga yang solid dan harmonis.
Salah satu bukti nyata kekompakan tersebut adalah keberadaan grup WhatsApp keluarga yang hingga kini aktif menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi.
Ternyata Keluarga tersebut bukan hanya berada di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tetapi juga ada yang berada di Provinsi Gorontalo dan Sulawasi Tengah.
Melalui grup tersebut, anggota keluarga yang tersebar di berbagai daerah tetap dapat saling berinteraksi, berbagi kabar, hingga merencanakan pertemuan keluarga. Kehadiran teknologi dimanfaatkan secara positif untuk menjaga hubungan kekeluargaan agar tetap erat meski terpisah jarak.
Salah satu anggota keluarga, Friady Mehi, SE, menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dalam keluarga. Ia mengungkapkan bahwa keluarga memiliki nilai yang tidak tergantikan dalam kehidupan seseorang.
“Keluarga adalah harta yang paling berharga. Tidak ada yang bisa menggantikan peran dan kehangatan yang kita dapatkan dari keluarga,” ujarnya.
Friady mengungkapkan dalam waku dekat ini keluarga Lawadjo akan melakukan hajatan besar berupa Open House.
“Insya Allah kami akan laksanakan Open House pada perayaan Hari Raya Idul Adha nanti,” Ungkapknya.
Hal senada juga disampaikan oleh Sudjito Laiya, S.Pd., MM. Ia menilai bahwa keberadaan keluarga menjadi fondasi utama dalam kehidupan setiap individu.
“Tanpa keluarga, kita bukan apa-apa. Keluarga adalah tempat kita kembali, tempat kita belajar, dan tempat kita menemukan jati diri, eksistensi seseorang tidak terlepas dari peran keluarga dalam kehidupannya,” jelasnya.
Sementara itu, Lastri Safitri Dilo menyoroti sisi kehangatan emosional yang hanya bisa ditemukan dalam lingkup keluarga. Menurutnya, keluarga menjadi ruang paling nyaman untuk mengekspresikan diri.
“Hanya dengan keluarga kita bisa bercanda gurau dengan lepas, tanpa ada batasan. Di situlah kebahagiaan sederhana itu terasa,” katanya.
Keluarga Besar Lawadjo menjadi contoh bahwa nilai-nilai kekeluargaan tetap dapat terjaga di tengah perkembangan zaman. Dengan memanfaatkan teknologi seperti WhatsApp, hubungan yang harmonis tidak hanya dipertahankan, tetapi juga semakin diperkuat.
Kebersamaan yang terus dirawat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi keluarga lainnya untuk tetap menjaga silaturahmi, karena pada akhirnya, keluarga adalah tempat pulang yang sesungguhnya. (A70)





