SULUT, Bolsel | Matapenanews.co.id– Nada tegas disampaikan Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru, saat memimpin apel kerja di Lapangan Perkantoran Panango. Senin, (13/04/2026)
Di hadapan seluruh ASN, ia mengeluarkan peringatan keras terkait kedisiplinan, integritas, hingga sikap kooperatif dalam menghadapi audit BPK.
Bupati menegaskan, seluruh perangkat daerah wajib responsif dan terbuka dalam memenuhi permintaan data pemeriksaan, terutama dari sektor kesehatan seperti Puskesmas yang dinilai memiliki banyak dokumen krusial.
“Jangan ada yang lambat atau menunda. Semua harus kooperatif,” tegasnya.
Tak hanya itu, sistem penilaian kinerja ASN kini akan semakin ketat dengan penerapan digital melalui aplikasi MyASN yang terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Bupati mengingatkan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sepenuhnya bergantung pada capaian kinerja yang tercatat dalam sistem tersebut.
“Kerja nyata, baru ada hasil. TPP tidak lagi sekadar formalitas,” ujarnya.
Di tengah isu efisiensi anggaran yang melanda sejumlah daerah, Iskandar juga mengingatkan bahwa Bolsel masih tergolong beruntung karena tetap mampu membayarkan hak ASN, termasuk Gaji 14 dan TPP. Namun, ia meminta hal itu dibalas dengan peningkatan kinerja.
Sorotan tajam juga diarahkan pada isu moral ASN. Ia secara lugas memperingatkan agar tidak ada yang terjerumus dalam praktik judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol).
“Kalau sampai terlibat, kami tidak akan tinggal diam. ASN harus jadi contoh, bukan sebaliknya,” tegasnya lagi.
Apel tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid dan jajaran pejabat daerah. Di penghujung arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk turut memberi dukungan penuh kepada Bolsel FC yang tengah berjuang di ajang kompetisi. (A70/Infotorial)





