Kotamobagu, MataPenas.news- Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib mendorong keluarga memperkuat pola asuh dan komunikasi dengan anak sebagai langkah awal mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
Pesan tersebut disampaikan Weny saat membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang digelar Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama TP-PKK Kotamobagu di Aula Serba Guna SKB, Kelurahan Gogagoman.
Kegiatan yang mengangkat tema “Dampak Pola Asuh terhadap Psikologi dan Karakter Anak” itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Kotamobagu Rindah Gaib-Mokoginta.
Menurut Weny, lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian anak. Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman ketika menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang mereka hadapi.
“Peran keluarga menjadi kunci utama. Mari kita jadikan rumah sebagai ruang yang nyaman bagi anak untuk berbicara dan menyampaikan apa yang dialaminya tanpa merasa terancam dimarahi atau dihakimi,” kata Weny.
Ia menjelaskan, kekerasan terhadap anak tidak hanya berkaitan dengan tindakan fisik. Dampaknya juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, emosi, serta proses pembentukan karakter anak dalam jangka panjang.
Karena itu, Weny meminta orang tua menerapkan pola pengasuhan yang sehat, termasuk memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapat, membangun kepercayaan diri dan belajar mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Selain keluarga, lingkungan sekolah juga dinilai memiliki peran penting. Weny berharap guru dan tenaga pendidik dapat menciptakan suasana belajar yang aman, ramah dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Sehingga apa yang kita harapkan, yakni melahirkan generasi emas, bisa terwujud sebagaimana yang diharapkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DP3A Kotamobagu Sarida Mokoginta mengatakan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengasuhan anak yang positif.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial, terutama dalam menghindari pola pengasuhan yang mengandung kekerasan fisik ataupun verbal.
“Pola pengasuhan yang diterapkan diharapkan tidak menggunakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal,” kata Sarida.
Kegiatan tersebut diikuti 125 peserta yang terdiri dari unsur Pokja I TP-PKK, Karang Taruna Kelurahan Gogagoman, pelajar dan guru pendamping.
Materi mengenai perkembangan psikologi anak dan pembentukan karakter disampaikan psikolog klinis Indri Dilapanga sebagai narasumber.
Hadir pula Sekretaris Daerah Kotamobagu Sofyan Mokoginta, anggota DPRD Kotamobagu Saidin Mokoginta, jajaran Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah serta tokoh masyarakat.





