SULUT, Bolsel | Matapenanews.co.id- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mulai merealisasikan program pemagangan ke Jepang melalui kerja sama dengan Indonesia Nippon Anugerah (INA).
Program tersebut resmi dibuka Bupati Bolsel, Dr. (Cand.) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., di Lapangan Futsal Kompleks Perkantoran Panango, Senin (28/9/2026).
Pembukaan ini menjadi tahap awal dari proses seleksi calon peserta sebelum mereka mengikuti tahapan berikutnya, termasuk wawancara yang menurut pihak INA dijadwalkan berlangsung dalam satu hingga dua bulan mendatang.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 70 orang. Namun, berdasarkan penjelasan pemerintah daerah, jumlah peserta yang nantinya dapat diberangkatkan dibatasi maksimal 50 orang.
Bupati Iskandar Kamaru meminta para peserta mengikuti seluruh proses seleksi dengan serius. Menurutnya, kesiapan mental, kondisi fisik, serta kemampuan berbahasa Jepang menjadi sejumlah hal yang perlu dipersiapkan calon peserta.
“Bisa saja yang lolos kurang dari itu, tapi kuota maksimalnya adalah 50 orang. Karena itu, siapkan mental, fisik yang kuat, dan kemampuan berbahasa Jepang,” ujar Iskandar.
Ia menyampaikan, rencana pengembangan program magang ke Jepang sebenarnya telah dibahas sejak 2020. Namun, pelaksanaannya baru dapat direalisasikan tahun ini setelah sebelumnya menghadapi sejumlah kendala teknis.
Dalam kesempatan tersebut, Iskandar juga menceritakan pengalamannya ketika mengikuti program magang di Jepang pada 2001. Ia kemudian mengaitkan pengalaman tersebut dengan pentingnya kedisiplinan dan ketekunan bagi peserta yang nantinya berkesempatan mengikuti program.
Selain pengalaman masa lalu, Bupati juga menyampaikan bahwa dirinya baru melakukan kunjungan kerja ke Kota Nakanoto, Jepang, pada Agustus 2026.
Sementara itu, pihak INA menjelaskan bahwa lembaga tersebut memiliki perizinan untuk menjalankan kegiatan penyaluran peserta magang ke Jepang. Dalam pemaparannya, INA juga menjelaskan sejumlah hal terkait kondisi pekerja asing di Jepang, termasuk perlindungan terhadap pekerja dan kepesertaan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, para peserta masih harus melewati tahapan seleksi sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti program tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bolsel sendiri menempatkan program ini sebagai salah satu upaya membuka peluang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan melalui program pemagangan di luar negeri.
Dalam arahannya, Bupati Iskandar Kamaru juga menyampaikan gagasan agar Bolsel ke depan dapat berkembang menjadi salah satu pusat pelaksanaan program pemagangan ke Jepang bagi calon peserta dari wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).
“Target kita ke depan, Bolsel bisa menjadi pusat magang ke Jepang untuk wilayah BMR,” kata Iskandar.
Pembukaan program turut dihadiri Sekretaris Daerah Bolsel Dr. (Cand.) Marzanzius A. Ohy, S.STP., MAP., para asisten, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para calon peserta program magang Jepang.
Tahapan seleksi selanjutnya akan menjadi penentu bagi peserta yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan proses menuju program pemagangan di Jepang. (Infotorial)





