Kotamobagu, MataPenanews.co.id – Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas konsumsi keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, saat menghadiri Lomba Cipta Menu Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal di Gedung Graha Bumi Beringin, Manado.
Dalam kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 itu, Rindah didampingi Wakil Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu, Resty A. Mangkat Somba.
Lomba tersebut dibuka Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, dan diikuti TP-PKK kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.
Menurut Rindah, kegiatan B2SA tidak sekadar menjadi ajang perlombaan dalam mengolah makanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan beragam bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi makanan sehat sekaligus memiliki nilai tambah.
“Pangan lokal yang ada di sekitar kita memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat mengajak keluarga untuk lebih kreatif mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang sehat, bergizi dan memiliki nilai tambah,” kata Rindah.
Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi. Karena itu, edukasi mengenai pangan B2SA dinilai perlu terus dilakukan hingga tingkat rumah tangga.
Rindah berharap pesan yang dibawa melalui lomba tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pemanfaatan pangan lokal tidak hanya berlangsung saat kegiatan berlangsung.
“Yang paling penting adalah bagaimana pesan tentang pangan beragam, bergizi seimbang dan aman ini dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti pada perlombaan, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, pengembangan pangan lokal juga dinilai memiliki kaitan dengan hilirisasi. Bahan pangan yang sebelumnya hanya dikonsumsi dalam bentuk segar dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Kalau pangan lokal dapat diolah dengan baik, tentu akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ini juga bisa membuka peluang usaha dan mendukung pemberdayaan keluarga,” tambahnya.
Keikutsertaan TP-PKK Kota Kotamobagu dalam lomba B2SA tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong keluarga agar semakin mengenal potensi pangan yang tersedia di daerah.
Pemanfaatan bahan pangan lokal diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, tetapi juga dapat berkembang menjadi peluang usaha melalui produk-produk olahan yang kreatif dan bernilai jual.





