SULUT, Bolsel | Matapenanews.co.id– Gagasan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu komitmen yang disampaikan Saripa Gomba, bakal calon Sangadi Desa Linawan, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Melalui BSG (Bersama Saripa Gomba), ia memperkenalkan rencana pengembangan pelayanan desa berbasis website sebagai salah satu upaya untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan memperoleh layanan administrasi apabila dirinya mendapat amanah dari masyarakat untuk memimpin Desa Linawan.
Menurut gagasan yang disampaikan, pemanfaatan website desa diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pelayanan publik yang lebih praktis, transparan, dan mengikuti perkembangan teknologi. Dengan sistem tersebut, masyarakat nantinya diharapkan dapat mengakses berbagai informasi desa tanpa harus selalu datang langsung ke kantor desa.
Sebagai bentuk awal dari gagasan tersebut, BSG turut memperkenalkan rancangan website yang dapat diakses melalui tautan berikut:
Website rancangan pelayanan Desa Linawan:
https://script.google.com/macros/s/AKfycbyPdFbYGAcLFNC1pH888TK53DWOQuP6KL1QLkVFlnNPannXtBIzInUDmar2xkzRqS9AcA/exec
Rancangan itu direncanakan untuk dikembangkan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat serta kemampuan pemerintah desa. Sejumlah fitur yang diharapkan dapat tersedia ke depan meliputi permohonan surat secara daring, informasi kegiatan pemerintahan desa, akses terhadap informasi publik, serta layanan digital lainnya.
Saripa Gomba menyampaikan bahwa pelayanan yang mudah dijangkau, terbuka, dan bertanggung jawab merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan desa yang lebih baik.
“Insyaallah, apabila diberikan amanah dan kepercayaan oleh masyarakat, saya ingin mendorong inovasi pelayanan desa yang benar-benar memberikan manfaat. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dengan lebih mudah, sekaligus mendukung pelayanan yang transparan dan bertanggung jawab,” demikian komitmen yang disampaikan dalam materi BSG.
Ia juga menempatkan digitalisasi sebagai salah satu gagasan pembangunan desa, yang diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Meski demikian, penerapan layanan digital membutuhkan kesiapan sistem, pengelolaan data yang aman, serta pendampingan bagi warga yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Karena itu, pengembangan website perlu disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat dan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari visi BSG untuk mendorong Desa Linawan yang lebih maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Realisasi program, termasuk ketersediaan layanan daring dan penerapannya dalam administrasi pemerintahan, tetap bergantung pada proses pengembangan serta kebijakan pemerintah desa apabila nantinya mendapat mandat dari masyarakat. (***)





