SULUT, Bolsel | Matapenanews.co.id– Di balik deru sirine ambulans yang kerap memecah kesunyian jalanan, ada sosok yang setia mengabdikan diri demi keselamatan sesama. Ia adalah Taufik Ahadu, sopir ambulans di Puskesmas Molibagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang telah menjalankan tugas mulianya sejak tahun 2016 hingga saat ini.
Pria yang akrab disapa Upik ini dikenal sebagai sosok pekerja keras dan penuh dedikasi. Selama hampir satu dekade, ia telah mengantar ratusan bahkan ribuan pasien, baik dalam kondisi darurat maupun rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Dalam menjalankan tugasnya, Upik tak mengenal waktu. Siang maupun malam, hujan atau panas, ia selalu siap siaga ketika panggilan tugas datang. Baginya, menjadi sopir ambulans bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan.
“Alhamdulillah, saya merasa bangga bisa menjadi sopir ambulans. Karena lewat pekerjaan ini, saya bisa membantu menyelamatkan pasien,” ungkap Upik saat ditemui dirumahnya pada Rabu, (25/03/2026).
Ia mengaku, banyak pengalaman berkesan yang dialaminya selama bertugas. Mulai dari mengevakuasi pasien dalam kondisi kritis hingga membantu ibu melahirkan di perjalanan. Semua itu menjadi bagian dari cerita pengabdian yang tak terlupakan.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti kondisi jalan yang sulit hingga tekanan saat membawa pasien darurat, Upik tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.
Dedikasi Taufik Ahadu menjadi contoh nyata bahwa peran tenaga non-medis juga sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Tanpa mereka, proses penyelamatan pasien tidak akan berjalan dengan maksimal.
Kini, setelah hampir sembilan tahun mengabdi, Upik tetap setia di balik kemudi ambulans, membawa harapan dan keselamatan bagi masyarakat Bolsel. Sebuah pengabdian yang lahir dari hati, demi kemanusiaan. (A70)







